Senin, 16 April 2012

ATTENTION FOR GLOBAL WARMING!


Kita sempat mengetahui dan merasakan bagaimana efek dari pemanasan global yang terjadi pada lingkungan sekitar kita. Bahkan kita sempat menyadari betapa pentingnya perilaku hidup kita demi keselamatan dunia. Namun, bukan kesadaran saja diperlukan tetapi dibarengi dengan tindakan (real action) tanpa harus menunggu perubahan yang dilakukan pemerintah. Perlu adanya sesuatu hal praktis dari hal terkecil sekalipun sehingga berdampak besar dan memberikan perubahan positif bagi kehidupan kita. Masih ingatkah dengan 3R (Reduce, Refuse and Recycle) ̶ kurangi, gunakan kembali dan daur ulang! Tidak boleh bosen untuk keselamatan dunia!
Beberapa tindakan preventif yang harus kita lakukan dalam mengurangi emisi karbon :
1.    Green Company
Green Company atau perusahaan-perusahaan hijau sudah berkembang di beberapa negara. Saat ini banyak industry besar melakukan efesiensi dengan cara mengurangi konsumsi energy dan material, menghemat uang, membantu planet bumi yang sedang dilanda efek pemanasan global. Salah satu contoh perusahaan ini adalah Honda yang mencoba memfokuskan pada tiga alternative teknologi bahan bakar: mobil hybrid dengan menggunakan gas dan listrik, mesin diesel yang bersih, dan bahan bakar dari sel matahari. Contoh lainnya seperti perusahaan Alcan di Kanada yang memproduksi alumunium dengan cara mengurangi efek gas rumah kaca sampai 25 persen dan meningkatkan produksinya sampai 40 persen. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan teladan bagi Negara-negara lainnya termasuk Indonesia agar mampu mengembangkan inovasinya dalam misinya membantu mengurangi emisi karbon.
2.    Bike to Work
Ada solusi yang jauh lebih sederhana untuk mengatasi polusi yang ditimbulkan oleh bahan bakar fosil ini, yaitu dengan mengubah kendaraan bermotor kita dengan kendaraan bebas polusi seperti sepeda. Selain berolahraga dan menyehatkan tubuh, bersepeda juga merupakan aktivitas yang mengeluarkan karbon netral atau menghasilkan karbon dengan titik nol. Saat ini gerakan Bike To Work sudah menjadi life style di Jakarta Gerakan ini mampu menghasilkan komunitas-komunitas sehat yang mampu menggerakkan massa untuk berperilaku sehat dengan sepeda. Start from now! Lakukan dari sekarang berjalan kaki atau bersepeda dan tidak terlalu banyak menggunakan kendaraan bermesin.
3.      Reforestasi with go green!
Salah satu usaha mengurangi efek pemanasan glonal adalah dengan melakukan penghijauan atau reforestasi hutan yang gundul dan menanam pohon yang dapat menyerap karbondioksida, terutama penghijauan kembali hutan tropis sebagai paru-paru bumi. Saat ini pemerintah dan kalan masyarakat yang sadar akan lingkungan mampu mengadakan kegiatan-kegiatan penghijauan (go green) dengan penanaman sejuta pohon dan efektif dapat membangkitkan kesadaran lingkungan pada masyarakat khususnya masyarakat awam.
4.   Going out with Angkot
Angkutan umum adalah kendaraan yang efektif membawa banyak muatan dengan biaya yang cukup murah. Biasanya, di kota-kota besar seperti Jakarta dalam satu rumah memiliki banyak mobil atau kendaraan pribadi yang pada akhirnya menciptakan pemborosan energy dan membuat kemacetan lalu lintas. Untuk mengurangi efek pembuangan emisi gas rumah kaca ini adalah dengan menggunakan transportasi umum seperti bis, angkot, busway atau trem untuk perjalanan di dalam kota. Hindari gengsi yang tinggi untuk keselamatan bumi kita karena siapa lagi selain kita yang harus melakukannya. Lets to do it!
5.      Say No To”plastic”
Setiap berbelanja atau jajan di pasar atau took-toko pasti selalu diberi plastic untuk membawa seluruh belanjaan kita. Sayangnya tas plastic ini biasanya akan dibuang percuma ke bak sampah. Padahal untuk mendaur ulang bahan dari plastic butuh waktu sekitar 1000 tahun untuk diuraikan dalam tanah. Ada usaha untuk mengurangi penggunaan tas plastic yaitu dengan menggunakan tas bahan kain atau kertas yang dapat didaurulang kembali. Bangunlah took-toko yang sarat akan pengurangan pemanasan global dengan tidak memberikan konsumen tas plastic.
6.      Change your “Lamp”
Pemakaian lampu fluorescent (CFL) yang berbentuk melingkar-lingkar seperti ular ternyata dapat menghemat energy di rumah. Biarpun harganya lebih mahal dari harga lampu biasa namun kekuatan 7 watt sama dengan 40 watt lampu biasa dan 26 watt lampu CFL sama dengan 100 watt lampu biasa. Dengan penggunaan CFL ini diharapkan masyarakat lebih bisa menghemat energy di rumah tanpa harus memakai lampu boros energy.
7.      Open Window
Udara di luar lebih segar disbanding harus menggunakan AC yang boros energy dan mengeluarkan emisi dari gas rumah kaca yang besar. Maka salah satu solusi sederhana adalah dengan membuka jendela. Solusi lainnya adalah gunakan kipas angin yang lebih sedikit mengeluarkan gas rumah kaca atau merancang bangunan rumah dan kantor dengan banyak menggunakan ventilasi sehingga udara di dalam ruangan lebih sejuk.
8.      Read magazine/newspaper/book by online
Saat ini penggunaan internet lebih murah, selain itu pengetahuan kita lebih luas. Membaca majalah, buku atau Koran lebih hemat menggunakan online dan tentunya tidak akan kehabisan disbanding kita harus beli di loper Koran. Hal itu perlu digalakan karena jika kita ikut serta dalam menghemat kertas maka kita juga mencegah penebangan kayu, kerusakan hutan, dan mengurangi oembuangan emisi gas rumah kaca. Selain itu, tugas-tugas kampus, skripsi atau papper yang lainnya diusahakan menggunakan system komputerisasi agar lebih hemat dan tidak harus menumpuk kertas setiap harinya. Semakin banyak mengeluarkan kertas maka membabat habis banyak kayu dan menghancurkan banyak hutan tropis di Negara kita.